Tidur Warnet di Jepang

Seperti Inilah Warnet di Jepang! [Kok Beda Dengan Indo Ya?]

Apa yang kamu pikirkan tentang Jepang ?? Salah satu negara maju yang memiliki banyak budaya unik betul kan? Tapi saya yakin pasti kamu belum tahu fakta tentang warnet di Jepang yang satu ini.

Ternyata masih banyak Orang Jepang yang terpaksa harus tinggal di sebuah Internet Cafe atau warnet karena berbagai macam alasan. Nah, Orang Jepang yang tinggal di warnet itu disebut Net café refugees atau juga cyber-homeless.

Berikut vlog dari teman saya di daerah Kumamoto, Faqih yang meliput tentang warnet di Jepang. Jangan lupa juga subscribe channelnya ya guys!

Jumlah orang yang terpaksa harus tinggal di warnet ini jumlahnya gak sedikit lho, bahkan bisa sampai ribuan orang. Pemerintah Jepang pun melakukan survei pada tahun 2007 lalu dan mendapatkan fakta yang cukup mencengangkan.

Sebanyak 60.900 orang pernah tinggal di internet cafe. Mereka mengungkapkan alasannya tinggal di warnet adalah karena gak memiliki tempat tinggal tetap. Dan hal ini terjadi bukan akhir-akhir ini saja karena sudah ada sejak tahun.

Warnet di Jepang
pulitzercenter.com

Jenis warnet yang ada di Jepang sangat berbeda dengan apa yang ada di Indonesia. Fasilitasnya pun terbilang cukup lengkap.

Di dalam bilik kamar yang kita pesan dilengkapi dengan futon (tempat tidur) bagi orang yang mengambil paket malam yang biasanya berdurasi 9-12 jam. Harga sewanya sekitar 1500-2500 yen atau sekitar Rp. 170.000-Rp. 284.000.

Tarif Warnet di Jepang
aprecio.co.jp

“Kami membutuhkan tempat seperti internet cafe ini. Tanpanya, banyak orang yang sebenarnya memiliki pekerjaan, tapi tidak punya tempat tinggal,” ujar Fumiya orang yang lama tinggal di warnet.

Kenapa di Jepang warnet begitu dicari untuk tempat tinggal? Alasannya karena biaya sewa apartemen di Jepang itu mahal. Yang termurah saja sekitar 80.000 yen/bulan.

Dengan biaya sewa rumah yang semahal itu bagi pekerja biasa atau arubaito (part time) yang hanya berpenghasilan sebesar 100.000-150.000 yen tentu nominal tersebut cukup berat.

Tapi jika menginap di warnet, biaya perbulan yang dikeluarkan bisa menyusut menjadi sekitar 45.000 yen. Sisa gaji mereka pun bisa digunakan untuk makan dan membeli keperluan lain.

Tidur Warnet di Jepang
disposableworkers.com

Memang tinggal di Net Cafe itu gak senyaman dirumah sendiri. Tapi berdasarkan pengalaman saya yang pernah menjajal beberapa warnet di Jepang, fasilitas yang tersedia cukup lengkap.

Misalnya kamu bisa mengambil berbagai macam minuman gratis dan eskrim sepuasnya. Ada juga laundry, komik dan kamar mandi yang bisa kamu gunakan dan tentunya fasilitas internet.

Tidur Warnet di Jepang
japan-culture.biz
Itulah sedikit cerita tentang kehidupan Net Cafe atau warnet yang ada di Jepang. Ternyata negara semaju Jepang pun masih banyak kekurangan yang cukup miris ya. Beruntunglah kamu yang tinggal di Indonesia karena persaingan hidup tidak seketat di Jepang.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.